Cara Budidaya Jamur Tiram

Pasti tidak asingkan , apa itu yang namanya jamur tiram ? Iya, saya dan para pembaca pasti juga sering melihat pedagang jajanan jamur cripsy pinggiran. Selain rasanya yang gurih dan lezat, Jamur juga sangat cocok untuk dibudayakan karena banyak digemari masyarakat. Hal ini tentunya cocok untuk dijadikan ladang bisnis yang menjajikan.Kali ini saya akan mengupas bagaimana sih cara membudidayakan jamur tiram. Pasti banyak yang jarang tau, ya. Hehehe.

Budidaya Jamur Tiram

1. Siapkan tempat ruangan produksi jamur tiram dengan ukuran 2 x 6 m yang terbentuk dari bilah bambu dan dapat menampung kurang lebih 1200 baglog. Atap ruangan ini bisa menggunakan gedek atau genting. Yang penting baglog tidak terkena curah hujan dan matahari secara langsung.

2. Membuat baglog atau media tumbuh jamur.Jadi, bahan yang harus disiapkan adalah serbuk gergaji, bekatul, kapur, air,  polybag, cincin bambu, plastik, kapas,karet penutup, dan bibit spora.

3. Sekarang tentang cara menanam bibit di baglog atau media tumbuh jamur.Untuk komposisinya, 70 kg serbuk gergajj dicampur dengan 12 kg bekatul, 1 kg kapur serta 17 kg air, kemudia diaduk hingga merata.

4.Kemuduan ambil bahan baku sebanyak 900 gr, dimasukkan kedalam polybag, dikancing dengan cincin bambu, ditutup dengan plastik dan diikat dengan karet sehingga membentuk seperti tutup botol. Proses ini disebut pengompotan.

5.Setelah pengompotan, proses sterilisasi siap dilakukan yaitu dengan cara memanaskan baglog dalam autoclave bertekanan 1.5 - 2.5 bar atau 200 derajat celcius selama 2 jam. Dalam melakukan proses sterilisasi ini, anda bisa menggunakan drum bekas oli yang telah dibersihkan tentunya.

6.Baglog kemudian dimasukkan ke dalam drum dengan posisi terbalik agar kadar air tidak bertambah. Kemudian dilakukan proses pengukusan selama 8 jam diatas tungku kayu bakar.Kemudian , Baglog di dinginkan dalam ruangan selama 12 jam.

7. Proses penanaman bibit spora dilakukan dengan memasukkan bibit spora ke dalam lubang baglog lalu diratakan kemudian disumbat dengan kapas dan diikat kembali dengan plastik dan karet.

8. Baglog disimpan dalam ruangan pemutihan sehingga terjadi penyebaran bibit spora dari bagian atas baglog ke bagian bawahnya. Hal ini menyebabkan baglognya itu pada awalnya berubah dari warna cokelat menjadi warna putih.

9. Dalam waktu 3 minggu spora telah menyebar lebih dari 3/4 Baglog. Baglog siap dipindahkan ke rak pertumbuhan, ditata menumpuk dan disiram dengan menggunakan sprayer 2 kali sehari.Satu sampai dua minggu berikutnya barulah jamur tiram itu tumbuh dan siap untuk dipanen. Selamat mencoba,  kawan😊 semoga berhasil.

Comments